Denpasar (Bisnis Bali) – Limbah sampai sekarang ini masih dapat dihitung jari yang mau memanfaatkan menjadi barang berharga. Seperti berbagai jenis sampah, biasanya dianggap barang yang tidak dapat dipakai lagi, sehingga diperkirakan dalam satu rumah tangga menghasilkan limbah tidak kurang satu kantong plastik besar setiap harinya.

Akibat setiap keluarga dapat dipastikan melakukan kegiatan memasak, cuci, dan mandi yang notabene menghasilkan sampah berlimpah, seperti jenis sisa sayuran, nasi, kemasan sampo, sabun/detergen dan lain-lain sebagainya.

Dapat dibayangkan, berapa banyak limbah yang dihasilkan dalam sekelurga, apalagi dihitung dalam satu kawasan atau lingkungan. Seharusnya, limbah tersebut dapat dimanfaatkan dan dipergunakan sebagai barang berharga. Salah satu contoh yang riil, limbah rumah tangga jenis sisa makanan dan sayuran dapat diolah menjadi budi daya cacing. Apabila dibiarkan maka akan menjadi sarang lalat dan nyamuk, lihat saja di tempat pembuangan akhir, banyak limbah makanan yang terbuka diserbu lalat dan nyamuk.

Pemerhati lingkungan dan pupuk organik, I Wayan Parka, Minggu (1/5) kemarin menyebutkan, limbah rumah tangga tersebut hingga saat ini belum mendapat perhatian dari masyarakat, karena menganggap produksi sampah rumah tangga masih dianggap wajar dan aman untuk tidak dikelola. Padahal, sisa buangan rumah tangga tersebut dapat membahayakan manusia karena pencemaran lingkungan akan semakin parah.

Di tempat pembuangan akhir, limbah basah akan terbuka begitu saja, dihinggapi lalat, kemudian lalat tersebut akan hingga di meja makan dan mencemarkan penyakit pada manusia. Ada beberapa cara yang bisa dipergunakan untuk mengelola limbah rumah tangga, menjadi sesuatu yang bermanfaat untuk manusia dan lingkungan. Sampah organik, bisa diubah menjadi pupuk kompos setelah melalui proses. Sampah seperti sisa nasi dan sayuran dapat dimanfaatkan untuk budi daya cacing tanah. Dan hasilnya dapat dimanfatkan sebagai pakan ternak.

Parka menjelaskan, cacing tanah merah ( lumbricus rubellus ) merupakan hewan pengurai sangat baik, cacing dapat mengurai sampah organik dan mengubah menjadi pupuk sangat bermanfaat untuk tanah. Cacing kaya protein, sehingga sangat baik diolah menjadi pakan ternak, misalnya pakan bebek.

“Budi daya cacing dapat dilakukan dengan cara memasukkan cacing ke dalam kotak tertutup bersama dengan sampah organik yang telah membusuk. Sampah tersebut adalah sisa-sisa memasak seperti potongan sayur, buah, dan sisa nasi yang tidak terpakai. Pastikan sampah organik telah membusuk terpotong kecil sebelum dicampur dengan cacing. Sementara cacing sangat bagus menempati media lembab, karena cacing tidak suka tempat panas. Pastikan keseimbangan populasi cacing dengan ketersediaan sampah organik setiap harinya,” katanya.

Ia menegaskan, satu kilogram cacing dewasa sanggup menghabiskan bahan makan seberat bobot tubuh mereka tiap harinya, cacing akan terus bertelur dan berkembang biak.

Pria asal Sanur ini menambahkan, saat populasi cacing sudah siap dipanen, maka dapat dipasarkan pada peternak tidak seimbang dengan ketersediaan sampah organik, cacing dapat dipanen dan selanjutnya diolah menjadi pakan ternak. Ketika dipanen, media hidup cacing diganti dan media yang lama kemudian juga dipanen dan dijadikan pupuk.

“Harga cacing di pasaran cukup tinggi, di Bali karena belum biasa memanfaatkan cacing, maka harganya belum pasti. Tapi yang jelas, karena cacing memiliki kandungan vitamin cukup tinggi, maka harganya pasti mahal. Karena budi daya cacing selain mendukung pengelolaan limbah rumah tangga juga memiliki potensi ekonomis apabila dikembangkan dalam skala besar,” katanya. *sta

Kami Mitra Usaha Tani menawarkan cacing tanah (lumbricus rubellus) dengan harga 40rb/kg
Siap mengirim dalam jumlah besar, kapasitas panen 4-5ton/minggu.
Ongkos kirim ditanggung pembeli, Bagi reseller ada harga khusus

cacing tanah lumbricus rubellus dan e.foetida biasa digunakan sebagai bahan baku obat herbal dan kosmetik karena mengandung protein yang tinggi. sedangkan cacing tanah pheretima biasa digunakan untuk pakan ternak perikanan dan unggas.

Jual Cacing tepung.
Bentuk bubuk/tepung, kadar murni tanpa campuran (cacing telah dimediasi).
Hasil uji kimia : non logam berat dan timbal
Harga Rp. 200.000/kg
*free ongkos Kirim order min 20kg (jabodetabek)

Salam sukses

Hub. Whayudha
Tlp / Hp ; 02191099503 / 085692168278
Email ; why.jaya@gmail.com

Salam Argo,
Whayudha K. W., S. Hum.
Kami Membangun Dengan Kepercayaan dan Melayani Sepenuh Hati.